Jalin Ukhuwah
waKTu sHoLat
Cermin Diri
Dalam riwayat Asakir dari al-Ashma’y disebutkan bahwa Abu Bakar jika dipuji beliau berdo’a “Ya Allah Engkau lebih tahu tentang diriku dan saya lebih tahu dari mereka. Ya Allah berikan kebaikan padaku dari apa yang mereka sangkakan. Ampunilah aku dari apa yang mereka tidak tahu dan jangan azab aku dari apa yang mereka katakan.”
=================================================
Saat kita menanam padi, rumput pun ikut tumbuh. TAPI..saat kita menanam rumput, tidak pernah tumbuh padi. Dalam melakukan kebaikan, kadang-kadang hal yang buruk turut menyertai. Namun, saat melakukan keburukan, tidak ada kebaikan bersamanya. Jangan bosan untuk berbuat baik, meski kadang tidak sempurna. Manusia menjadi sempurna justru karena memiliki Kekurangan disamping kelebihannya & Kelemahan selain kekuatannya…
thiNk aBout...
Menyendiri lebih baik dari pada berkawan dengan yang buruk & teman bergaul yang saleh lebih baik dari pada menyendiri. Berbincang2 yg baik lebih baik dari pada berdiam & berdiam adalah lebih baik dari pada berbicara (mengobrol) yang buruk (HR. Al- Hakim)
===================================================
Sebaik-baik sahabatmu ialah yang selalu memperhatikan kepentinganmu, bukan karena suatu kepentingan yang diharapkan daripadamu untuk dirinya (Al Hikam)
Rabu, 16 November 2011
cerita lucu abu nawas dan ibu angkatnya
“Hai, abu nawas,” titah Sultan, “Besok bawalah Ibumu ke istanaku, nanti aku beri engkau hadiah seratus dinar.”
Abu Nawas kaget. “Bukankah beliau sudah tahu kalau ibuku sudah meninggal, tapi mengapa beliau memerintahkan itu,” pikirnya. Namun dasar abu nawas, ia menyanggupi perintah itu. “Baiklah, tuanku, esok pagi hamba akan bawa ibu hamba menghadap kemari,” jawabnya mantap. Setelah itu ia pun mohon diri.
Sesampai di rumah, setelah makan dan minum, ia pergi lagi. Dijelajahinya sudut-sudut negeri itu, menyusuri jalan, lorong dan kampung, untuk mencari seorang perempuan tua yang akan dijadikan sebagai ibu angkat. Rupanya tidak mudah menemukan sesosok perempuan tua. Setelah memeras tenaga mengayun langkah kesana kemari hingga jontor, barulah ia menemukan yang dicari. Perempuan itu adalah seorang pedagang kue apem di pinggir jalan yang sedang memasak kue-kue dagangannya. Dihampirinya perempuan tua itu.
“Hai, ibu, bersediakah engkau kujadikan ibu angkat?” kata abu nawas.
“Kenapa engkau berkata demikian?” tanya si Ibu tua itu. “Apa alasannya?”
Maka diceritakanlah perihal dirinya yang mendapat perintah dari Sultan agar membawa ibunya ke istana. Padahal ibunya sudah meninggal. Juga dijanjikan akan membagi dua hadiah dari Sultan yang akan diterimanya. “Uang itu dapat ibu simpan untuk bekal meninggal bila sewaktu-waktu dipanggil Tuhan,” kata abu nawas.
“Baiklah kata si Ibu tua itu, aku sanggup memenuhi permintaanmu itu.”
Setelah itu abu nawas menyerahkan sebuah tasbih dengan pesan agar terus menghitung biji tasbih itu meskipun di depan Sultan, dan jangan menjawab pertanyaan yang diajukan. Sebelum meninggalkan perempuan itu, abu nawas wanti-wanti agar rencana ini tidak sampai gagal. Untuk itu ia akan menggendong perempuan tua itu ke istana.
“Baiklah anakku, moga-moga Tuhan memberkatimu,” Kata si ibu tua.
“Dan terutama kepada Ibuku…”
Keesokan harinya pagi-pagi sekali abu nawas sudah sampai di istana lalu memberikan salam kepada Sultan.
“Waalaikumsalam, abu nawas,” jawab Sultan. Setelah itu Sultan memandang abu nawas. Bukan main terkejutnya Sultan melihat abu nawas menggendong seorang perempuan tua. “Siapa yang kamu gendong itu?” tanya Sultan. “Diakah ibumu?” tapi kenapa siang begini kamu baru sampai?”
“Benar, tuanku, inilah ibu Patik, beliau sudah tua dan kakinya lemah dan tidak mampu berjalan kemari, padahal rumahnya sangat jauh. Itu sebabnya patik gendong ibu kemari,” kata abu nawas sambil mendudukkan ibu tua di hadapan Sultan.
Setelah duduk ibu tua itu pun memegang tasbih dan segera menghitung biji tasbih tanpa henti meski Sultan mengajukan beberapa pertanyaan kepadanya. Tentu saja Sultan tersinggung, “Ibumu sangat tidak sopan, lagi pula apa yang dikatakannya itu sampai tidak mau berhenti?”
Sembah abu nawas, “Ya tuanku Syah Alam, suami ibu patik ini 99 banyaknya. Beliau sengaja menghafal nama-nama mereka satu persatu, dan tidak akan berhenti sebelum selesai semuanya.”
Seratus Dinas
Demi mendengar ucapan abu nawas tadi perempuan tua itu pun melempar tasbih dan bersembah datang kepada Sultan. “Ya tuanku Syah Alam,” katanya, “Adapun patik ini dari muda sampai tua begini hanya seorang suami hamba. Apabila sekarang ini berada di hadapan tuanku, itu adalah atas permintaan abu nawas. Dia berpesan agar patik menghitung-hitung biji tasbih dan tidak menjawab pertanyaan tuanku. Nanti abu nawas akan membagi dua hadiah yang akan diterimanya dari tuanku.”
Begitu mendengar ucapan perempuan tua itu Sultan tertawa dan menyuruh memukul abu nawas seratus kali. Ketika perintah itu akan dilaksanakan, abu nawas minta izin untuk dipertemukan dengan Sultan. “Ya tuanku, hukuman apakah yang akan tuanku jatuhkan kepada hamba ini?”
“Karena engkau berjanji kepadaku akan membawa ibumu kemari, akupun berjanji akan memberi hadiah uang seratus dinar, tapi karena kamu tidak bisa memenuhi janjimu, dapatlah engkau seratus kali pukulanku,” kata Sultan.
“Ya tuanku, Syah Alam,” kata abu nawas, “Patik berjanji dengan perempuan tua ini akan membagi dua hadiah yang akan tuanku berikan kepada hamba, tetapi karena sekarang hamba mendapat dera, hadiah itu juga harus dibagi dua, karena yang bersalah dua orang, patik terimalah hukuman itu, tetapi lima puluh seorang dengan perempuan tua ini.”
Dalam hati Sultan bergumam, “Jangankan dipukul lima puluh kali, dipukul sekali saja perempuan tua ini tidak akan mampu berdiri.” Setelah itu Sultan memberi lima puluh dinar kepada perempuan tua itu sambil berpesan agar tidak cepat percaya kepada abu nawas bila lain kali menemuinya. Dengan suka cita diterimanya hadiah itu dan dipandangnya abu nawas.
“Ya tuanku Syah Alam, ampun beribu ampun, jika ibuku telah mendapat anugerah dari paduka, tidak adil kiranya bila anaknya ini dilupakan begitu saja.”
“Hmm…ya, terimalah pula bagianmu,” ujar baginda sambil tersenyum, “Ini…”
Semua orang tertawa dalam hati. Setelah abu nawas bermohon diri pulang ke rumah. Demikian pula perempuan tua itu dan semua yang hadir di Balairung, dengan perasaan masing-masing.
Di Atas Sajadah Cinta
Penulis: Habiburrahman El Shirazy
Dapatkan bukunya dan simak 37 cerita keren lainnya.
Penerbit:
1. Penerbit Republika
2. Pesantren Basmala Indonesia
3. MD Entertainment
Cetakan VII, Juni 2006
Senin, 31 Oktober 2011
Keajaiban Kisah Perang di Gaza, Palestina
Israel telah lama menjadi "bersemangat" untuk menguasai wilayah ini. Namun, apalagi menguasai, dalam rangka untuk masuk ke dalamnya hanya Israel sangat sulit.
Ada banyak cara yang telah mereka lakukan untuk mengalahkan kota kecil ini. Blokade pertemuan Gaza yang membuat orang sulit untuk mendapatkan makanan, obat-obatan, dan energi, telah dilakukan sejak tahun 2006 sampai sekarang. Namun, penduduk Gaza masih bertahan, bahkan perlawanan penjajahan Zionis di Gaza intensif.
Akhirnya Israel serangan "habis-habisan" ke wilayah sejak 27 Desember 2008 sampai 18 Januari 2009. Mereka "mengguyurkan" ratusan ton bom dan memobilisasi semua kekuatan untuk cadangan militer.
Namun, sekali lagi, negara yang tergolong dalam militer terkuat di dunia harus menarik diri dari Gaza.
Di atas kertas, kemampuan AK 47 senjata, RPG, anti-tank roket, tambang, dan beberapa jenis buatan lokal roket, khas mujahidin Palestina, tidak akan mampu menghadapi pasukan Israel tank Merkava didukung di dunia terbesar dikenal. Terutama terhadap pesawat tempur canggih F-16, helikopter tempur Apache, dan ribuan ton "bom canggih" dibuat di Amerika Serikat.
Tapi ada "kekuatan lain" yang membuat para mujahidin mampu membuat "penjajah" meninggalkan Gaza untuk menghadapi tertunduk, bahkan dipersenjatai dengan senjata-senjata "kuno".
Allah Itu bantuan yang diberikan kepada para pejuangnya yang taat dan tulus. Kisah munculnya "pasukan lain" yang berjuang dengan mujahidin, tubuh para martir harum wewangian, dan beberapa peristiwa "aneh" lainnya selama pertempuran, telah beredar di antara orang di Gaza, menulis jurnahs, bahkan disiarkan di pengkhotbah Palestina dalam pidato khotbah-mereka Jumat.
Berikut adalah ringkasan cerita tentang "keajaiban" dari berbagai sumber untuk kita ingat dan mencerminkan.
Pasukan 'seragam Putih "di Gaza
Ada "kekuatan lain" membantu para mujahidin Palestina. Militer Israel sendiri mengakui adanya pasukan berseragam putih.
Suatu hari di akhir Januari 2009, sebuah rumah keluarga Dardunah milik yang terletak di antara Jabal Al Kasyif dan Jabal Ar Rais, tepatnya di jalan Al Qaram, dikunjungi oleh sekelompok pasukan Israel.
Seluruh keluarga diperintahkan duduk di sebuah ruangan. Salah satu anak laki-laki ditanya tentang karakteristik para pejuang al-Qassam.
Ketika diinterogasi, sebagaimana ditulis situs Filisthin Al Aan (25/1/2009), mengutip kisah seorang mujahidin al-Qassam, pria itu menjawab dengan jujur bahwa para pejuang Al-Qassam mengenakan pakaian hitam. Tapi para prajurit menjadi marah dan memukulnya sampai pria malang tak sadarkan diri.
Selama tiga hari berturut-turut, masing-masing diminta, orang itu menjawab bahwa para pejuang Al-Qassam memakai seragam hitam. Akhirnya, tentara itu terbang menjadi murka dan berkata lantang, "Wahai pembohong Mereka punya seragam putih!"
Cerita lain yang disampaikan oleh warga Palestina di situs milik Din al-Qassam, Multaqa al-Qasami, juga menyebutkan adanya "kekuatan lain" yang tidak diketahui. Awalnya, ambulans dihentikan oleh sekelompok pasukan Israel. Sopir bertanya apakah ia berasal dari Hamas atau Fatah? Sopir Miskin menjawab, "Saya bukan kelompok mana-mana aku hanya sopir ambulans.."
Tetapi tentara Israel itu masih bertanya, "Tentara yang berpakaian putih-putih dibelakangmu sebelumnya, kelompok masuk mana?" Sopir bingung, karena dia tidak melihat siapa pun yang berada di belakangnya. "Saya tidak tahu," satu-satunya jawaban yang ia miliki.
Tidak ada suara Bersumber
Ada cerita lain saat ini karamah mujahidin yang disebutkan oleh pengkhotbah Masjid Al Qassam Din di daerah Gaza Nashirat yang telah ditayangkan oleh saluran TV Al-Quds, yang juga ditulis oleh Dr Aburrahman Al Jamal di situs Al Qassam dengan judul Jihad fi Ayaat Ar Rahman Al Furqan (ayat-ayat Allah dalam Jihad al-Furqan).
Pengkhotbah mengatakan kepada saya, seorang pejuang telah menanam sebuah ranjau yang telah disiapkan untuk menyambut pasukan Zionis melalui jalan-jalan.
"Saya telah menanam ranjau darat. Saya kemudian melihat helikopter menurunkan sejumlah besar pasukan disertai tank yang beriringan ke jalan di mana aku menanam tambang," kata pejuang itu.
Akhirnya, sang pejuang memutuskan untuk kembali ke markas karena dia berpikir bahwa saya tidak akan bekerja secara optimal. Maklum, jumlah musuh yang sangat banyak.
Namun, sebelum meninggalkan lokasi, pejuang telah mendengar "Utsbut, tsabatkallah" yang maknanya lebih atau kurang, "tinggal di tempat menguatkanmu Allah." Pidato bahwa ia mendengar diulang tiga kali.
"Saya mencari sekeliling untuk melihat siapa yang mengatakan bahwa sn saya. Tapi aku benar-benar terkejut, karena tidak ada seorang pun dengan saya," kata mujahidin, sebagai imitasi dari pengkhotbah.
Akhirnya, mujahidin memutuskan untuk tetap di tempat kejadian. Ketika tangki melalui ranjau darat yang tertanam, sesualu sebuah "keajaiban" terjadi. Tambang sebenarnya adalah sebuah ledakan yang sangat kuat. Tank yang berada di dekatnya langsung hancur. Banyak tentara Israel tewas seketika. Beberapa dari mereka harus diangkut dengan helikopter. "Sementara aku sendiri yang aman," kata Mujahid itu lagi, melalui pengkhotbah lidah.
Cerita disampaikan oleh seorang penulis Mesir, Hisyam Hilali, dalam situs alraesryoon.com, mendukung cerita sebelumnya. Abu Mujahid, salah satu pejuangnya yang beribath (penjaga) mengatakan,
"Ketika saya mengamati gerakan tank-tank di perbatasan kota, dan tidak ada orang di sekitar, tapi aku mendengar suara orang yang memuliakan dan beritighfar saya berulang kali. Mencoba untuk memastikan suara, akhirnya saya memastikan bahwa suara tidak keluar kecuali dari bebatuan dan pasir. "
Kisah tentang "pasukan tak dikenal" juga datang dari penduduk daerah apartemen Islam Tal handak mengungsi bersama keluarganya untuk menghindari serangan Israel.
Di tangga rumah ia melihat beberapa pejuang menangis. "Mengapa engkau menangis?" Dia bertanya.
"Kami menangis bukan karena negara kita menjadi khawatir atau takut dari musuh Kami menangis. Karena kami tidak melawan Ada kelompok lain yang berjuang musuh hancur,. Dan kita tidak tahu dari mana mereka berasal," jawabnya.
KISAH SEORANG SISWI PALESTINA !
Kisah Pria dan Empat Orang Istrinya
Saudagar ini juga mencintai isterinya yang ke-3. Dia sangat bangga dengan sang isteri dan selalu berusaha untuk memperkenalkan wanita cantik ini kepada semua temannya. Namun ia juga selalu khawaatir, kalau-kalau isterinya nanti lari dengan pria lain.
Begitu juga dengan isteri ke-2. Si saudagar sangat menyukainya karena ia isteri yang sabar dan penuh pengertian. Ketika dia mendapat masalah, ia selalu minta pertimbangan isteri ke-2-nya ini, yang selalu menolong dan mendampingi sang suami melewati masa-masa tersulit.
Sama halnya dengan isteri pertama. Ia adalah pasangan yang sangat setia dan selalu membawa kebaikan bagi kehidupan keluarganya. Wanita ini yang merawat dan mengatur semua kekayaan dan bisnis sang suami. Akan tetapi, sang pedagang kurang mencintainya meski isteri pertama ini begitu sayang kepadanya.
Singkat cerita si saudagar jatuh sakit dan menyadari bahwa ajal makin dekat. Di tengah sakitnya yang parah, dia mencoba tentang semua keindahan yang diperolehnya dan berkata dalam hati, “Saat ini aku punya 4 isteri. Namun akankah aku sendiri saat aku meninggal nanti. Betapa menyedihkan.”
Lalu saudagar itu memanggil semua isterinya dan bertanya pada isteri yang ke-4-nya.
“Engkaulah yang paling kucintai, kuberikan kau gaun dan perhiasan indah. Nah, sekarang aku akan mati. Maukah kamu mendampingi dan menemaniku?”
Sang isteri terdiam…. “Tentu saja tidak!” Jawab isteri ke-4 dan pergi begitu saja tanpa berkata-kata lagi. Jawaban ini sangat menyakitkan hati. Seakan-akan ada pisau terhunus dan mengiris-iris hatinya.
Saudagar itu sedih lalu bertanya pada isteri ke-3.
“Aku pun mencintaimu sepenuh hati dan saat ini hidupku akan berakhir. Maukah kau ikut denganku dan menemani akhir hayatku?”
“Hidup begitu indah di sini, Aku akan menikah lagi jika kau mati.” Jawab isterinya seakan tak peduli.
Bagai disambar petir di siang bolong, si saudagar sangat terpukul dengan jawaban tersebut. Badannya terasa demam.
Kemudian ia memanggil isteri ke-2.
“Aku selalu berpaling kepadamu setiap kali aku mendapat masalah dan kau selalu membantuku sepenuh hati. Kini aku memerlukan sekali bantuanmu. Kalau aku mati, maukah engkau mendampingiku?”
“Maafkan aku kali ini aku tak dapat menolongmu. Aku hanya dapat menghantarmu hingga ke liang kubur. Nant akan kubuatkan makam yang indah untukmu.” Jawab si isteri lembut
Saudagar ini sangat putus asa. Dalam keadaan kecewa itu, tiba-tiba terdengar suara, “Aku akan tinggal bersamamu dan menemanimu kemana pun kau pergi. Aku tak akan meninggalkanmu, aku akan setia bersamamu.”
Pria itu lalu menoleh ke samping, dan mendapati isteri pertamanya di sana. Ia tampak begitu kurus. Badannya seperti orang kelaparan. Merasa menyesal, sang pedagang lalu bergumam, “Kalau saja aku dapat merawatmu lebih baik saat aku mampu, tak akan kubiarkan engkau kurus seperti ini, isteriku.”
Sahabatku! Ini memang cerita poligami tapi sebatas tamsil. Karena sesungguhnya dalam kehidupan nyata kita punya 4 isteri ini.
Isteri ke-4 adalah TUBUH kita.
Seberapa banyak waktu dan biaya yang kita keluarkan untuk tubuh kita supaya tampak indah dan gagah. Semua ini akan hilang dalam suatu batas waktu dan ruang. Tak ada keindahan dan kegagahan yang tersisa saat kita menghadap kepada-Nya.
Isteri ke-3, STATUS SOSIAL DAN KEKAYAAN.
Saat kita meninggal, semuanya akan pergi kepada yang lain. Mereka akan berpindah danmelupakan kita yang pernah memilikinya. Sebesar apapun kedudukan kita dalam masyarakat dan sebanyak apapun harta kita, semua itu akan berpindah tangan dalam waktu sekejap ketika kita tiada.
Sedangkan isteri ke-2, yakni KERABAT DAN TEMAN.
Seberapa pun dekat hubungankita dengan mereka, kita tak akan dapat terus bersama mereka. Hanya sampai liang kuburlah mereka menemani kita.
Dan sesungguhnya isteri pertama kita adalah JIWA DAN AMAL SHALIH KITA.
Sebenarnya hanya jiwa dan amal shalih kita sajalah yang mampu untuk terus setia mendampingi kemana pun kita melangkah. Hanya amallah yang mampu menolong kita di akhirat kelak.
Jadi, selagi mampu, perlakukanlah jiwa kita dengan bijak serta jangan dan lekas malu untuk berbuat amal, memberikan pertolongan kepada sesama yang memerlukan. Betapa pun kecilnya bantuan kita, pemberian kita menjadi sangat berarti bagi mereka yang memerlukan.
http://fadil.blogsome.com/2011/01/14/kisah-pria-dan-empat-orang-istrinya/




